instractional design dan RPP oleh dosen Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd.

Model ASSURE merupakan desain pembelajaran yang sederhana yang dapat digunakan untuk menciptakan sebuah pembelajaran sukses, efektif, efisien, dan menarik. Model pembelajaran ini bersifat praktis dan mudah untuk digunakan. Selain itu model ASSURE sesuai untuk digunakandalam aktivitas pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas maupun program pelatihan.
Model desain pembelajaran ini merupakan singkatan dari komponen atau langkah penting yang terdapat di dalamnya, yaitu, menganalisis karakteristik siswa (Analyzer learner  characteristic); menetapkan tujuan pembelajaran (State performance objectives); memilih metode, media dan materi pelajaran (Select methods, media, and materials); menggunakan teknologi, media, dan materi (Utilize materials); mengaktifan keterlibatan siswa (Requires learner participation); evaluasi dan revisi (Evaluation and revision).
Model pemebelajaran ini lebih berorientasi kepada pemanfaatan media dan teknologi dalam menciptakan proses dan aktivitas pembelajaran yang diinginkan. Pemanfaatan model desain pembelajaran ASSURE perlu dilakukan tahap demi tahap (sistematik) dan menyeluruh (holistik) agar dapat memberikan hasil yang optimal yaitu terciptanya pembelajaran sukses.


B.   Komponen-komponen model desain pembelajaran ASSURE
1)   ANALYZE LEARNER (Analisis Pebelajar)
Langkah awal yang perlu dilakuakn dalam menerapkan model ini dalah mengidentifikasi karakter siswa yang akan melekukan aktivitas pembelajaran. Tujuan utama para guru adalah memenuhi kebutuhan unik setiap siswa sehingga mereka bisa mencapai tingkat belajar yang maksimum. Model ASSURE memberikan pendekatan yang sistematis untuk menganalisis karakteristik para siswa yang memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar. Analisis karakteristik siswa meliputi beberapa aspek penting, yaitu: (1) karakteristik umum; (2) kompetensi spesifik yang telah dimiliki siswa sebelumnya; (3) gaya belajar atau learning style siswa; dan (4) motivasi.
a.    General Characteristics  (Karakteristik umum)
Agar berhasil memenuhi kebutuhan individual para siswa, maka seorang guru penting sekali untuk memahami karakteristik umum yang mungkin memengaruhi belajar mereka. Karakteristik umum pada dasarnya menggambarkan tentang kondisi siswa seperti usia, kelas, pekerjaan, dan jender.
Analisis sederhana yang dilakukan oleh guru sebelum memulai sebuah program pembelajaran seringkali membawa dampak yang positif.Cara sederhana untuk mengetahui karakteristik siswa dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pre-tes. Informasi yang dapat diperoleh dari cara yang dilakukan tersebut yaitu, etnis dan latar belakang individu; sosial ekonomi; sikap terhadap materi pelajaran; dan usia siswa atau trainee.
Perhatian yang saksama tentang karakteristik umum siswa pada dasarnya dapat memebantu guru untuk menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Peamahaman tentang karakteristik siswa juga akan memudahkan guru untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang siswa yang akan menempuh program pembejaran.

b.     Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal)
Faktor lain yang perlu diperhatikan selain karakteristik umum adalah kemempuan atau kompetensi awal yang perlu dimiliki siswa sebelum mengikuti aktivitas pembelajaran. Untuk mengetahui kemampuan awal atau prerequisite, yang merupakan persyaratan dalam mengikuti suatu program pemeblajaran diperlukan diperlukan adanya pre tes.Hal ini dapat digunakan oleh para guru untuk menghindari asumsi yang kerap dilakukan bahwa seluruh siswa telah memiliki kemampuan awal yang diperlukan sebelum mengikuti program pembelajaran.
Untuk memperoleh informasi tentang kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa, selain melalui pre-tes juga dapat melalui perbincangan antara guru dengan siswa. Apabila siswa telah memiliki pengetahuan awal tentang penegetahuan dan keterampilan yang akan dipelajari, maka guru tidak perlu lagi membahas pengetahuan dan keterampilan tersebut di dalam aktivitas pembelajaran. Dengan mengetahui latar belakang dan karakteristik siswa secara komprehensif, guru akan mudah dalam menentukan metode, media, dan materi pelajaran yang tepat dalam pencapaian kompetensi atau tujuan pembelajaran.

c.     Learning Style (Gaya belajar)
Gaya belajar atau learning styles dapat definisikan sebagai suatu cara tentang bagaimana seorang individu melakuakn persepsi, berinteraksi, dan merespon secara emosional terhadap lingkungan belajar. Sebagai seorang guru, tentunya akan menemukan perbedaan dalam cara-cara siswa belajar atau memproses informasi. Smaldino dalam Butler (1986), menurutnyakebiasaan memproses informasi ini dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1)   Pembelajar berurutan konkret  lebih menyukai pengalaman langsung (hands on experience) yang diorganisasikan secara sistematik. Mereka paling baik denagn menggunakan buku kerja, pengajaran yang berdasarkan computer, demonstrasi, dan praktik laboratorium terstruktur.
2)   Pembelajar  acak konkret sangat menyukai proses belajar dengan menggunakan pendekataan coba-coba atau trial and error. Mereka biasanya cepat melakukan penarikan kesimpulan dari proses eksplorasi pengetahuan dan eksperimen. Mereka menyukai metode pembelajaran seperti permainan, simulasi, proyek belajar mandiri, dan belajar penemuan. 
3)   Pembelajar berurutan abstrak biasanya individu yang memiliki gaya belajar ini cepat dalam memahami pesan dan informasi verbal dan simbolik yang disampaikan secara sistematis. Mereka umumnya menyukai membaca dan menyimak presentasi.
4)   Pembelajar abstrak acak pada umumnya memiliki kemampuan untuk memaknai pesan dan informasi yang disampaikan melalui media. Mereka menyukai informasi dan pengetahuan yang dikemas dalam bentuk media. 
Gardner (1999), mengemukaka konsep konsep kecerdasan majemuk atau multiple intelligences yang dapat membedakan kecenderungan belajar dan minat yang dimiliki oleh seseorang dengan orang lain. Ia mengembangkan konsep kecerdasan majemuk yang mengidentifikasi sembilan aspek kecerdasan: 
a)    Verbal/linguistic (bahasa)
b)   Logis /matematis (ilmiah/kuantitatif)
c)    Visual/spasial
d)    Musical/ritmis
e)    Ragawi/kinestetik(menari/olahraga)
f)     Antar personal (memahami orang lain)
g)    Intra personal (memahami diri sendiri)
h)    Naturalis
i)     Eksistensialis 
Teori Gardner menyatakan bahwa guru yang efektif harus mempertimbangkan gaya belajar yang berbeda dari setiap siswa, menyadari bahwa siswa sangat berbeda dalam hal kekuatan dan kelemahan  di tiap-tiap area tersebut.
d. Motivasi 
Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam menempuh pembelajaran yaitu motivasi. Motivasi dapat diartiakan kondisi yang dapat mendorong individu untuk melakukan suatu tindakan dalam rangka mencapai tujuan.Motivasi dapat digolongkan menjadi motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik.
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang didorong oleh pekerjaan yan g disukai atau diminati oleh seseorang.Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang didorong oleh faktor eksternal dalam bentuk imbalan atau reward.Imbalan yang diperoleh setelah seseorang melakukan suatu tugas atau pekerjaan akan mendorong seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan tersebut.
Guru sebaiknya mampu menciptakan motivasi belajar yang bersifat intrinsik dalam diri siswa. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik dalam melakukan proses belajar pada umumnya akan memperlihatkan kinerja yang kontinu dalam mencapai kompetensi yang diinginkan.

2.    STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.
a)    Pentingnya Merumuskan Tujuan dan Standar dalam Pembelajaran
Dasar dalam penilaian pembelajaran ini menujukkan pengetahuan dan kompetensi seperti apa yang nantinya akan dikuasai oleh peserta didik. Selain itu juga menjadi dasar dalam pembelajaran siswa yang lebih bermakna. Sehingga sebelumnya peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam partisipasi dan keaktifannya dalam pembelajaran.
Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :
1)   Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.
2)   Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa
3)   Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
4)   Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.

b)   Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD
Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM.  Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
A = audience
Pebelajar atau peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci.
B = behavior
Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati.
C = conditions
Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pebelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung.
D = degree
Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan sebagai dibaku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam presentase benar (%), menggunakan kata-kata seperti tepat/benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi. Ada empat kategori pembelajaran.
1.    Domain Kognitif
Domain kognitif, belajar melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang dapat diklasifikasikan baik sebagai verbal / informasi visual atau sebagai ketrampilan intelektual.
2.    Domain Afektif
Dalam domain afektif, pembelajaran melibatkan perasaan dan nilai-nilai.
3.    Motor Domain Skill
Dalam domain ketrampilan motorik, pembelajaran melibatkan atletik, manual, dan ketrampilan seperti fisik.
4.      Domain Interpersonal
Belajar melibatkan interaksi dengan orang-orang.


c)    Tujuan Pembelajaran dan Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. Individu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah mastery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu.


3. SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)
Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar.
a.    Memilih Strategi Pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajarn disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan motivasi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung ARCS model (Smaldino dari Keller,1987). ARCS model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun  Attention  (perhatian) siswa, pembelajaran berhubungan yang Relevant dengan keutuhan dan tujuan, Convident , desain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Satisfaction dari usaha belajar siswa.
Strategi pembelajaran dapat terlebih dahulu menentukan metode yang tepat. Beberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan ialah (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007):
1)        Belajar Berbasis Masalah (problem-based learning)
Metode belajar berbasis masalah melatih ketajaman pola pikir metakognitif, yakni kemampuan stratregis dalam memecahkan masalah.
2)        Belajar Proyek (project-based learning)
Belajar proyek adalah metode yang melatih kemampuan pebelajar untuk melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Proyek yang dikembangkan dapat pekerjaan atau kegiatan sebenarnya atau berupa simulasi kegiatan.
3)        Belajar Kolaboratif
Metode belajar kolaboratif ditekankan agar pebelajar mampu berlatih menjadi pimpinan dan membina koordinasi antar teman sekelasnya.

b.    Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar
Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008 : 204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut Gerlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.

Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino.

§  Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
1.    Memilih Materi yang tersedia
·      Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
·      Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
2.    Mengubah Materi yang ada
3.    Merancang Materi Baru

4.    UTILIZE TECHNOLOGY, MEDIA AND MATERIALS (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini,yaitu:

a).   Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
b).   Mempersiapkan bahan
c).   Mempersiapkan lingkungan belajar
d).   Mempersiapkan pembelajar
e).   Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar)
Ada 5 proses dalam hal ini atau sering disebut dengan (5P) yaitu :

1)      Preview materi
Pendidik harus melihat dulu materi sebelum menyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya.

2)      Prepare teknologi, media dan materi
Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.

3)      Prepare lingkungan
Pendidik harus mengatur fasilitas yang digunakan peserta didik dengan tepat dari materi dan media sesuai dengan lingkungan sekitar.

4)      Prepare Peserta didik
Memberitahukan peserta didik tentang tujuan pembelajaran. Pendidik menjelaskan bagaimana cara agar peserta didik dapat memperoleh informasi dan cara mengevaluasi materinya.

5)      Provide dengan melengkapi kegiatan siswa
Mengajar dan belajar harus menjadi pengalaman. Sebagai guru kita dapat memberikan pengalaman belajar seperti : presentasi di depan kelas dengan projector, demonstrasi, latihan, atau tutorial materi.




5.    REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)

Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.
a)         Latihan Prnggunaan Teknologi
·      Teknologi sebagai Perkakas Teknologi
·      Teknologi sebagai Perangkat Komunikasi
·      Teknologi sebagi Perangkat Penelitian
·      Teknologi sebagai Perangkat Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan
·      Menggunakan Peranti Lunak Pendidikan
·      Menggunakan Media lainnya untuk Latihan

b)        Umpan Balik

6.    EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
1.         Penilaian Hasil Belajar Siswa,
·      Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik,
·      Penilaian Hasil Belajar Portofolio
·      Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik.
2.         Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
3.         Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.

Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :

a)      Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.
b)      Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.
c)      Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum.
d)      Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan.
e)      Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
f)       Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan.


C.    Manfaat Model ASSURE  dalam  pembelajaran

Model ASSURE dicetuskan oleh Heinich, dkk. Sejak tahun 1980-an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hingga sekarang (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007). Satu hal yang perlu dicermati dari model ASSURE ini, walaupun berorientasi pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), model ini tidak menyebutkan strategi pembelajaran secara eksplisit. Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode, media, bahan ajar, serta peran serta peserta didik di kelas.
Model pembelajaran ASSURE sangat membantu dalam merancang program dengan menggunakan berbagai jenis media. Model ini menggunakan beberapa langkah, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, dan Evaluate and Revise. Kesemua langkah itu berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi.
Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
1.        Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.
2.        Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.
3.        Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.




RANCANGAN PEMBELAJARAN DESAIN PEMBELAJARAN IPS SD MODEL ASSURE

Desain Pembelajaran model ASSURE Mata pelajaran IPS Kelas IV

Berikut adalah contoh penerapan model ASSURE dalam rancangan pembelajaran IPS kelas IV SD semester 2 dengan materi “Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain yang ada di daerahnya”.
Standar Kompetensi   :
2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi
Kompetensi Dasar     :
2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya.


v  Langkah-langkah ASSURE model

1.        Analyze Learners
Tahapan pertama dalam model ASSURE adalah melakukan analisis karakteristik siswa, dimana guru harus mengetahui kebutuhan umum, gaya belajar, dan catatan kompetensi siswa.

Siswa kelas IV SD merupakan tahap operasional konkret dengan kisaran usia 9 – 12 tahun menurut teori Piaget. Karakteristik anak kelas IV SD adalah senang melakukan belajar dengan melakukan sesuatu kegaiatan (learning by doing). Pada tahap ini siswa melalui mengasimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya
Pada usia ini anak sudah mulai mampu berpikir logis dalam bentuk sederhana, anak sudah menyadari adanya masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, dan juga anak sudah mampu mengimajinasikan sesuatu, meskipun biasanya masih memerlukan bantuan objek-objek kongkret. Dalam hal ini Keterampilan berfikir logis dan kritis serta mampu menanggapi permasalahan atau  peristiwa yang ada di lingkungan sekitar amat diperlukan dalam pengembangan pembelajaran.

2.        States Objectives
Tahapan kedua dari model ASSURE adalah menyatakan atau menentukan tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai. Hasil belajar apa yang diharapkan dapat siswa capai? Lebih tepatnya, kemampuan baru apakah yang harus dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Objectives adalah sebuah pernyataan tentang apa yang akan dicapai, bukan bagaimana untuk mencapai. Pernyataan tujuan harus spesifik.

Standar Kompetensi   :
2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi

Kompetensi Dasar       :
2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya.

Indikator :
1.    Menjelaskan pengertian aktivitas ekonomi.
2.    Menyebutkan macam-macam mata pencaharian berdasarkan kenampakan alam yang ada di daerahnya.
3.    Menyebutkan hasil dari kegiatan ekonomi yang ada di daerahnya.

Tujuan pembelajaran   :
1.    Melalui tanya jawab, siswa dapat menjelaskan pengertian aktivitas ekonomi dengan benar.
2.    Melalui mengidentifikasi media, siswa dapat menyebutkan macam-macam mata pencaharian dengan benar.
3.    Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menyebutkan macam-macam kegiatan ekonomi berdasarkan kenampakan alam dengan benar.
4.    Melalui pengamatan lingkungan, siswa dapat menuliskan hasil dari kegiatan ekonomi yang ada di daerahnya dengan benar.
5.    Melalui pengamatan lingkungan, siswa mampu membuat laporan pengamatan sederhana tempat sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar

3.     Select Methods, Media, and Materials
Suatu rencana yang sistematik dalam penggunaan media dan teknologi tentu menuntut agar metode, media dan materinya dipilih secara sistematis pula. Proses pemilihannya melibatkan tiga langkah.
a.         Memilih Metode
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada siswa untuk menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada siswa.
Metode Tanya jawab dilakukan dalam bentuk sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, terutama oleh siswa dari guru, tetapi ada pula dari siswa kepada guru. Hal ini digunakan untuk memberikan pemahaman (kognitif) siswa untuk materi yang membutuhkan pemahaman siswa
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan berdiskusi pada pembelajaran ini yaitu mendidik siswa untuk berfikir dan memecahkan masalah secara bersama-sama sebagai bentuk dari nilai karakter yang ingin diterapkan oleh guru.
Metode pemberian tugas merupakan suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya.dalam pembelajaran ini siswa secara berkelompok ditugaskan untuk observasi langsung ke lingkungan masyarakat untuk mendapatkan kompetensi yang relevan. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV SD adalah senang melakukan belajar dengan melakukan sesuatu kegaiatan (learning by doing) selai itu guru juga mempunyai tujuan lain selain yaitu penanaman nilai karakter yang harus di miliki oleh siswa.
b.        Memilih Format Media
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Pada kegiatan pembelajaran menggunakan model ASSURE, media yang digunakan berupa :
1)        Peta Kabupaten Blitar
2)        Gambar aktivitas ekonomi
3)        Lingkungan sekitar


c.         Materi pembelajaran
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Materi pembelajaran yang digunakan pada kegiatan pembelajaran menggunakan model ASSURE, yaitu :
1)        Aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan kenampakan alam pada peta
2)        Mata pencaharian masyarakat berdasarkan kenampakan alam pada peta
3)        Kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar

4.    Utilize Media and Materials
Tahap ke empat adalah penggunaan media dan bahan ajar oleh siswa dan guru. Melimpahnya ketersediaan media dan bergesernya filsafat dari belajar yang berpusat pada guru ke siswa meningkatkan kemungkinan siswa akan menggunakan bahan ajarnya sendiri.
Sebelum dimulainya pembelajaran guru mengkondisikan kelas senyaman mungkin sehingga siswa akan merasa nyaman dan aman dalam mengikuti pembelajaran. Langkah kedua yaitu guru mempersiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu Peta dan Gambar. Peta di pajang di depan kelas agar semua siswa bisa melihat dan mengamati dengan jelas. Media gambar selain dipajang di depankelas juga ada beberapa yang dibagikan kepada tiap kelompok untuk diidentifikasi.
Langkah selanjutnya yaitu guru menyiapkan bahan ajar yang sudah dibuat sebelumnya berdasarkan kondisi siswa dan lingkungan yang ada. Bahan ajar yang disiapkan sebelumnya antara lain materi pembelajaran, RPP dan tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh siswa.

5.     Require Learner Participation
Tahap ke lima adalah partisipasi berisi  kegiatan siswa dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Sebelum masuk kedalam kelas siswa dibiasakan (disiplin) berbaris rapi di depan kelas lalu secara bergiliran masuk ke dalam kelas dengan terlebih dahulu menghormati guru yang ada di depan pintu dengan mencium tangan (santun). Guru mengkondisikan kelas sampai siswa siap dalam belajar (nyaman). Pada kegatan awal guru melakukan apersepsi dengan menanyakan keadaan siswa serta menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
Pada kegiatan inti siswa dan guru melakukan tanya jawab sehubungan dengan pengertian kegiatan ekonomi dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap afektif dan kognitif siswa. Selanjutnya siswa dibentuk kelompok heterogen maksimal 4 anak untuk mengerjakan tugas kelompok dengan mengidentifikasi media gambar dan peta selanjutnya mengasimilasi yaitu menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran dan akomodasi yaitu proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek selain itu guru bertujuan untuk membentuk nilai karakter demokratis, menghargai prestasi dan bersahabat antar siswa. Selanjutnya perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain berkewajiban menanggapi. Nilai karakter yang ingin dimunculkan pada persentasi kelompok yaitu nilai toleransi, komunikatif dan tanggung jawab. Selanjutnya siswa dan guru menyamakan persepsi.
Tahap akhir siswa bersama guru melakukan tanya jawab sehubungan dengan kompetensi yang diperoleh siswa pada saat pembelajaran. Selanjutnya siswa diberikan tugas pengamatan secara kelompok ke lingkungan sekitar sehubungan dengan materi yang telah dipelajari untuk dikumpulkan dan dipersentasikan pada pertemuan selanjutnya. Pada kegiatan pengamatan ini guru bertujuan untuk siswa mampu mengkonstruksi konsep sehingga mampu mengkaitkan dengan kehidupan nyata selain itu guru bertujuan untuk siswa bisa menumbuhkan nilai karakter antara lain jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

 6.    Evaluate and revise
Setiap pembelajaran selalu harus dievaluasi, termasuk pembelajaran yang menggunakan media tertentu. Dalam pembelajaran ini, guru mengevaluasi hasil belajar siswa dan pelaksanaan pembelajaran hari ini. Untuk hasil belajar, guru menggunakan lembar pengamat dan rubric untuk diskusi. Penilaian dilakukan secara individual dan kelompok. Secara individual, skore didapatkan dari tugas individu yang telah dikerjakan, dan partisipasi serta kontribusi individu dalam kelompok. Sedangkan penilaian kelompok diberikan melalui penghargaan (reward). 
Untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, guru mencocokan kembali dengan rencana yang telah dibuat, apakah sesuai dengan alokasi waktu, strategi yang digunakan sudah tepat atau apakah media yang digunakan telah sesuai. Dengan evaluasi ini, guru bisa merevisi RPP yang telah dijalankan sebagai referensi untuk pembelajaran yang akan datang.
§   Mengukur prestasi siswa
Penilaian terhadap siswa dilakukan oleh guru mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS

No
Nama siswa
Aspek yang diamati
Jumlah skor
nilai
Kerjasama
Ide
Keaktifan
Komunikatif
0
1
2
3
0
1
2
3
0
1
2
3
0
1
2
3















































































































































Kriterian penilaian:
Kerjasama
Nilai 0 = jika siswa tidak bisa bekerjasama dalam kelompok
Nilai 1 = jika siswa kurang bisa bekerjasama dalam kelompok
Nilai 2 = jika siswa cukup bisa bekerjasama dalam kelompok
Nilai 3 = jika siswa bisa bekerjasama dengan baik dalam kelompok
Ide/ gagasan
Nilai 0 = jika siswa tidak memberikan ide dalam diskusi
Nilai 1 = jika siswa tidak tepat dalam memberikan ide dalam mengkontruksi pengetahuan dan mengaitkan gagasan siswa dengan informasi baru
Nilai 2 = jika siswa memberikan ide dalam mengkontruksi pengetahuan tetapi kurang tepat mengaitkan gagasan siswa dengan informasi baru.
Nilai 3 = jika siswa memberikan ide dalam mengkontruksi pengetahuan dan mengaitkan gagasan siswa dengan informasi baru dengan benar
Keaktifan
Nilai 0 =  jika siswa tidak aktif dalam menentukan alternatif pemecahan masalah
Nilai 1 =  jika siswa kurang aktif menentukan alternatif pemecahan masalah
Nilai 2 =  jika siswa cukup aktif menentukan alternatif pemecahan masalah
Nilai 3 =  jika siswa aktif dalam menentukan alternatif pemecahan masalah
Komunikatif
Nilai 0 =  jika siswa tidak mengkomunikasikan hasil, hanya ramai sendiri.
Nilai 1 =  jika siswa tidak dapat menggunakan bahasa dengan runtut, menghargai pendapat, menyampaikan ide serta mengkomunikasikan hasil.
Nilai 2 =  jika siswa kurang mampu menggunakan bahasa dengan runtut, menghargai pendapat, menyampaikan ide serta mengkomunikasi-kan hasil.
Nilai 3 =  jika siswa dapat menggunakan bahasa dengan runtut, menghar-gai pendapat, menyampaikan ide serta mengkomunikasikan hasil.

§   Mengevaluasi media dan metode.
Untuk mengevaluasi metode dan media pembelajaran bisa digunakan diskusi kelas, wawancara perorangan dan pengamatan perilaku siswa. Mengevaluasi media dilakukan pada akhir pembelajaran untuk melihat ketercapaian pesan untuk memantapkan pengetahuan siswa. Sebagai media haruslah menarik siswa untuk memiliki rasa ingin tahu sebagai salah satu nilai karakter yang ingin dimunculkan oleh guru. Media peta dimungkinkan untuk siswa berpartisipasi aktif dalam mengidentifikasi. Apabila siswa kurang memahami maksud dari media maka harus merubah atau memperbaiki media pembelajaran sehingga mampu menyampaikan pesan isi media.
Mengevaluasi metode guru bisa melakukan pada saat akhir pembelajaran dengan melakukan umpan balik. Selain itu guru juga dapat mengevaluasi metode yang diterapkan maka guru bisa mengidentifikasinya dengan suasana saat pembelajaran berlangsung dengan sikap siswa pada saat belajar apakah kondisi siswa jenuh, senang atau diam selain itu dari evaluasi yang dikerjakan oleh siswa. Apabila sebagian besar siswa menjawab dengan benar maka metode yang digunakan berhasil dan apabila banyak siswa yang kurang paham berarti ada yang tidak berhasil dari pembelajaran apakah media, model, materi atau permasalahan yang lain.
Penilain terhadap guru bisa dilakukan dengan merekam menggunakan video untuk dievaluasi oleh guru sendiri atau juga meminta partisipasi guru lain untuk melihat dan mengamati pembelajaran yang dikalukan oleh guru. Setelah semua evaluasi selesai dilakukan maka guru bisa mengambil keputusan berhasil atau tudaknya pembelajaran yang dilakukan, seandainya kurang berhasil maka perlu diadakannya revisi pada kesalahan yang telah teridentifikasi untuk pelaksanaan siklus pembelajaran selanjutnya.



referenai
http://bugurudafi.blogspot.co.id/2016/11/rancangan-pembelajaran-model-assure_71.html

Komentar

  1. Kenapa anda memilih model ini dibandingkan dengan model yang lain, berikan alasannya?

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat sekali blog yang anda posting, yang saya ingin pertanyakan model tersebut lebih cocok untuk kelas tendah atau tinggi dan bagaimana cara mengembangkannya?

    BalasHapus
  3. Menurut saya blog anda sudah sangat bermanfaat. Tapi apakah model ini bisa lebih memudahkan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran? Terimakasih :)

    BalasHapus
  4. Mantap! Blog anda sangat bermanfaat bagi guru yang ingin menerapkan model assure dalam proses pembelajaran dikelas😊

    BalasHapus
  5. Adalah kendala dalam pembuatan rpp model assure ini?
    Bagaimana cara mengatasinya?

    BalasHapus
  6. Apa pendapat anda tentang model yg anda pilih? Dah kenapa anda memilih model ini?

    BalasHapus
  7. terima kasih atas informasinya mampir ke blog saya yuk

    BalasHapus
  8. terima kasih atas informasinya bu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer